Jawa Pos Radar Madiun – Belakangan ini beredar informasi soal mainan baru untuk anak usia sekolah yang lagi viral.
Maniank anak-anak itu terbuat dari penghapus sebagai alat tulis sekolah yang dikreasikan menyerupai gasing.
Hal itu terungkap dari momen yang dibagikan di media sosial yang memperlihatkan seorang pedagang menunjukkan uang hasil penjualan mainan gasing dari alat kelengkapan sekolah itu.
Dengan narasi "Ibu pemilik warung cerita kalo di warungnya lagi laris banget Penghapus dibeli anak-anak sekolah yang ternyata dibuat jadi mainan gasing," tulis narasi dalam akung Instagram @berita_gosip seperti dilansir dari JawaPos.com.
Video tersebut kemudian viral hingga memunculkan pro dan kontra antara pihak orang tua dan sekolah.
Itu terlihat dari beragam komentar di postingan tersebut. Ada yang menyambut positif dan ada juga yang sebaliknya.
"Di sekolah anakku dilarang banget, soalnya bahaya banget, itu ada hekter sama paku payungnya," tulis @rnabillaput.
Ada komentar lain yang memarahi anaknya. "Anakku bikin begitu, aku marahin. Krn bahaya ngeri isi staplesnya rontok ga sengaja ngenain diri sndiri atau temennya. Kreatif tapi ga aman," ungkap @wulan_sarifin.
Selain mengeluhkan bahaya mainan gasing penghapus itu, ada juga yang mengeluhkan soal lain terkait video viral di media sosial.
"Pantes, anak ku minta duit terus buat beli penghapus.. ku kira buat belajar, ternyata buat gangsing," kata @belbelindaa.
Bahkan, salah satu netizen membagikan ceritanya kalau di sekolah anaknya sudah tidak diperbolehkan bermain gangsing dari penghapus.
Baca Juga: Viral Video Karyawan Gudang Garam Menangis Saat PHK Massal, Publik Ikut Prihatin
"Di sekolah anak ku dilarang, karna suah ada anak yg klaim nya tertancap paku payung di sepatu dan isi steples saampe luka. Dan ortu murid lapor, jd siapa yg buat ini dan bawa ini diambil dan dapat hukuman," ungkap @septii_wicaksono.
Tren mainan anak baru itu tak urung membuar para guru dan orang tua gusar. Dilansir dari JawaPos.com yang mengutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group), seperti postingan di media sosial tentang mainan gasing penghapus ini ramai menjadi perbincangan netizen.
Salah satunya dari seorang guru memberikan penjelasan bahaya bermain gasing dari penghapus dan meminta orang tua tidak membiarkan anak-anaknya bermain membuat dan bermain gasing penghapus (gabus) ini.
"Gasing dari penghapus ini banyak membuang uang, anak-anak rela membeli penghapus dari uang jajannya,” kata seorang guru melalui unggahan di media sosial Instagram.
Selain itu, banyak laporan dari para guru-guru bahwa anak-anak sudah terlalu fokus bermain sehingga mulai lengah terhadap pelajaran dan pekerjaan rumah (PR).
“Banyak laporan dari guru-guru, anak-anak mulai lengah saat belajar dan mengerjakan PR,” ujarnya.
Tidak hanya itu, mainan ini juga dinilai sangat berhaya lantaran dalam pembuatannya menggunakan benda-benda tajam seperti isi teples hingga paku payung.
“Yang paling rentan lagi, banyaknya bahaya dari permainan ini, saat gasing diputarkan bisa saja anak klip melukai mereka, bahkan bisa mengenai mata,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya memainkan gasing penghapus tersebut.
Sementara iru, dari informasi yang dihimpun, Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo mengaku akan memperhatikan lebih lanjut soal viralnya penghapus dijadikan gasing oleh anak-anak Sekolah Dasar.
Namun diakuinya, hingga saat ini belum ada laporan terkait fenomena yang terjadi di sekolah-sekolah Jakarta Pusat.
"Apabila ditemukan, menjadi perhatian kami untuk menghindari penggunaan mainan gasing penghapus," kata Bambang Eko saat dihubungi JawaPos.com, MInggu 14 September 2025 kemarin.
Bambang mengaku belum pernah melihat permainan itu. Namun, dari segi kreatifitas anak-anak dalam bermain memang baik.
Akan tetapi, di sisi lain, ada dampak bahaya karena menggunakan paku payung dan isi strepless.
"Jujur belum pernah lihat langsung dan baru tahu ada mainan ini. Tergambarkan sederhana dan ada kreativitas anak dalam bermain. Namun, penting bagi kami memastikan keseimbangan belajar dan bermain," ucapnya.
"Penting bagi kami memastikan aktivitasnya aman dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Kami sangat menjunjung budaya sekolah sehat kreatif dan mendidik dalam rangka membentuk generasi muda jakarta yang cerdas dan Tangguh," ungkapnya.
Menurutnya, apabila mainan penghapus gasing berbahaya, maka akan menjadi sorotan dari pihak Sudin Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat.
"Sejauh ini di Jakarta Pusat belum ada laporan sekolah terkait mainan ini. Tentunya apabila ditemukan nilai bahaya menjadi perhatian kami untuk menghindari penggunaan mainan gasing penghapus," pungkasnya. (*)
Editor : Budhi Prasetya