Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lalat Buah Serang Melon Petani Madiun, Hasil Panen Anjlok

Dian Rahayu • Rabu, 26 November 2025 | 23:00 WIB
Petani melon di Purworejo memeriksa buah yang rusak akibat cuaca buruk dan serangan lalat buah. DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN
Petani melon di Purworejo memeriksa buah yang rusak akibat cuaca buruk dan serangan lalat buah. DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Petani melon di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, tengah dibuat pusing.

Curah hujan yang meningkat beberapa pekan terakhir menyebabkan kualitas melon anjlok drastis.

Daging buah yang biasanya merah atau kuning cerah berubah pucat, bahkan banyak yang cacat.

“Cuaca buruk membuat banyak buah cacat. Kalau kemarau, hasilnya jauh lebih bagus,” ujar Rahmat Suprianto, petani setempat, kemarin.

Ironisnya, merosotnya kualitas justru berbanding terbalik dengan harga.

Melon super grade A kini tembus Rp 8 ribu per kilogram.

Namun tingginya curah hujan membuat banyak buah rusak sebelum panen, sehingga volume produksi turun tajam.

“Banyak yang gagal panen. Padahal biasanya kiriman rutin kami ke Jakarta,” lanjut Rahmat.

Joko Nugroho, pengepul melon di wilayah tersebut, mengatakan harga dari petani ikut melonjak.

Dia harus membeli dari lahan dengan harga sekitar Rp 6.700 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding musim kemarau.

“Volume panen turun karena hujan lebat. Banyak buah yang busuk sehingga memengaruhi pasokan,” katanya.

Serangan lalat buah juga memperparah kondisi.

Menurut Joko, saat musim hujan, intensitas serangan hama tersebut meningkat, membuat banyak buah membusuk sebelum waktunya.

Kondisi ini terjadi hampir di semua sentra melon di wilayah Caruban.

Meski demikian, permintaan pasar tetap stabil. Pengepul tetap melakukan sortir ketat sebelum pengiriman.

“Yang bagus tetap dikirim ke pelanggan. Yang rusak ada penampungnya sendiri,” ujar Joko.

Tren cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung, membuat petani harus mencari strategi perlindungan tanaman agar risiko gagal panen tidak semakin besar. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#melon pilangkenceng #lalat buah melon #cuaca buruk petani #panen melon turun #pertanian caruban #harga melon naik #madiun #petani melon madiun #melon busuk musim hujan