Jawa Pos Radar Madiun - Musim pancaroba selalu membawa cerita yang sama bagi para peternak: kesehatan ternak mulai rentan terganggu.
Salah satu gejala yang kini banyak dikeluhkan adalah sapi yang terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler. Sekilas terlihat sepele, namun kondisi ini bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan yang lebih serius.
Jika tidak ditangani dengan cepat, bukan tidak mungkin penyakit akan menyebar dan merugikan peternak, terutama menjelang momen penting seperti Idul Adha.
Kenapa Sapi Bisa Ngiler Terus?
Menurut petugas kesehatan hewan, ada beberapa penyebab utama yang memicu kondisi ini. Ngiler pada sapi umumnya berkaitan dengan gangguan di area mulut atau sistem pencernaan.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:
- Infeksi pada mulut dan lidah
- Sariawan akibat virus
- Gangguan pencernaan
- Cacingan
Kondisi tersebut membuat sapi merasa tidak nyaman, sehingga produksi air liur meningkat secara tidak normal.
Baca Juga: Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM Bekasi, Ada Temuan Awal usai Kecelakaan Maut di Bekasi
Gejala yang Harus Diwaspadai
Selain ngiler, biasanya ada tanda lain yang menyertai. Peternak perlu lebih jeli dalam mengamati perubahan perilaku ternak.
Beberapa gejala tambahan yang sering muncul:
- Nafsu makan menurun
- Sapi terlihat lemas
- Kesulitan mengunyah makanan
- Demam ringan
Jika gejala ini muncul bersamaan, kemungkinan besar sapi sedang mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan serius.
Risiko Jika Dibiarkan
Mengabaikan sapi yang ngiler bisa berdampak panjang. Tidak hanya memperburuk kondisi hewan, tetapi juga berpotensi menular ke ternak lain dalam satu kandang.
Risiko yang bisa terjadi antara lain:
- Penurunan berat badan
- Penyakit menyebar ke sapi lain
- Kerugian ekonomi bagi peternak
Karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah kerugian lebih besar.
Menjelang Idul Adha, aktivitas jual beli sapi biasanya meningkat. Kondisi ini membuat kesehatan ternak menjadi faktor krusial.
Petugas peternakan mengingatkan agar peternak tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun, termasuk ngiler. Pemeriksaan rutin dan tindakan cepat sangat diperlukan agar sapi tetap dalam kondisi prima saat dipasarkan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani