Jawa Pos Radar Madiun - Berkendara jarak jauh melintasi Tol Trans Jawa sudah menjadi rutinitas bagi banyak orang, terutama saat momen liburan panjang atau tradisi mudik. Namun, di tengah euforia perjalanan darat tersebut, masih banyak pengemudi yang sering mengabaikan keberadaan papan kecil berwarna hijau yang berada di median atau bahu jalan.
Papan tersebut adalah patok kilometer jalan tol. Di dalamnya, terdapat kombinasi angka dan huruf seperti "KM 600 A" atau "KM 600 B". Deretan karakter ini bukanlah sekadar hiasan atau kode acak, melainkan sistem navigasi krusial yang dirancang khusus untuk keselamatan dan efisiensi penanganan jalan bebas hambatan.
Baca Juga: Kenapa Polygon Tambora G7 Dijuluki Sepeda Bunglon? Simak Rahasia Teknologi di Baliknya
Secara teknis, angka besar pada papan tersebut menunjukkan jarak kilometer dari titik nol jalan tol. Untuk Tol Trans Jawa, titik nol kilometer ini dimulai dari Cawang, Jakarta. Jadi, jika Anda melihat KM 600, artinya Anda sedang berada sejauh 600 kilometer dari Jakarta. Di bawah angka besar, biasanya terdapat angka kecil yang berfungsi sebagai penunjuk hektometer (kelipatan 100 meter atau 200 meter) untuk detail titik lokasi yang lebih spesifik.
Bagian yang paling sering disalahpahami—namun sangat vital—adalah kode huruf "A" dan "B". Kode huruf ini berfungsi sebagai penunjuk arah lajur lalu lintas:
-
Jalur A: Mengindikasikan arah kendaraan yang menjauhi Jakarta atau mengarah ke timur (misalnya menuju Cirebon, Semarang, Madiun, hingga Surabaya).
-
Jalur B: Mengindikasikan arah kendaraan yang menuju kembali ke Jakarta atau mengarah ke barat.
Pemahaman akan arti kode ini menjadi sangat krusial saat pengemudi dihadapkan pada situasi darurat, seperti ban bocor, mesin overheat, atau bahkan insiden kecelakaan. Saat Anda terpaksa menepi dan harus menghubungi call center Jasa Marga (14080) atau layanan derek, menyebutkan lokasi presisi adalah hal yang mutlak.
Jika pengemudi hanya melaporkan, "Mobil saya mogok di KM 600," petugas jalan tol akan kebingungan dan berpotensi salah masuk jalur. Namun, dengan melaporkan "Tolong, saya mogok di KM 600 Jalur A," petugas derek dan medis akan langsung mengetahui bahwa kendaraan Anda berada di ruas yang mengarah ke Surabaya.
Pengetahuan sederhana membaca patok jalan tol ini memastikan bantuan datang lebih cepat dan presisi. Tidak ada waktu evakuasi yang terbuang sia-sia, sehingga risiko penumpukan arus atau kecelakaan susulan akibat kendaraan yang berhenti terlalu lama di bahu jalan dapat dihindari. Mulai sekarang, biasakanlah untuk membaca patok kilometer terakhir yang Anda lewati.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani