Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kasus Tiga Santri Diduga Dibakar di Lombok Tengah Terungkap, Satu Korban Meninggal Dunia

Tim Content Writer Radar Madiun • Selasa, 7 Juli 2026 | 12:46 WIB
Memperlihatkan Santri dengan Luka Bakar di Tubuhnya (Sumbarzonews)
Memperlihatkan Santri dengan Luka Bakar di Tubuhnya (Sumbarzonews)

Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah video yang memperlihatkan seorang santri dengan luka bakar serius kembali mengundang perhatian publik.

Rekaman yang beredar luas di media sosial itu membuka kembali dugaan kasus kekerasan di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peristiwa yang disebut terjadi beberapa bulan sebelumnya kini resmi ditangani aparat kepolisian setelah keluarga korban melaporkannya.

Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pembakaran

Kepolisian Resor Lombok Tengah tengah menyelidiki dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren yang berada di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang.

Penyelidikan dilakukan setelah orang tua korban menyampaikan laporan resmi kepada pihak kepolisian. 

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguam Hutahaean mengatakan laporan tersebut baru diterima sehingga

penyidik langsung bergerak mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta mencari alat bukti yang diperlukan.

Baca Juga: Fenomena Bediding Kembali Melanda Jatim, Ini 5 Wilayah dengan Suhu Paling Rendah

"Informasi baru kami terima hari ini dari laporan orang tua korban." 

Kasus Lama Kembali Mencuat Setelah Video Viral

Kasus ini sebenarnya disebut terjadi pada November 2025.

Namun, peristiwa tersebut baru menjadi sorotan publik setelah video salah seorang korban beredar di media sosial dan menarik perhatian berbagai pihak. 

Dalam video tersebut, korban terlihat menjalani perawatan di rumah sakit dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Korban juga tampak mengeluhkan rasa sakit pada badan dan kaki.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, mengatakan pihaknya mulai menelusuri kasus tersebut setelah video itu viral.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun LPA, terdapat tiga santri yang diduga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Mereka diduga disiram bahan bakar minyak (BBM) sebelum dibakar oleh sesama santri. Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia. 

Joko Jumadi mengatakan: "Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia." 

Hingga kini, pihak LPA masih mengumpulkan informasi mengenai identitas korban, latar belakang kejadian, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Wanita di Jepang Simpan Jasad Mantan Suami di Freezer Selama 14 Tahun, Alasannya Mengejutkan

Polisi Kumpulkan Bukti dan Periksa Sejumlah Pihak

Penyidik Polres Lombok Tengah saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan guna memastikan kronologi maupun dugaan tindak pidana yang terjadi.

Aparat juga memeriksa sejumlah pihak terkait serta mengumpulkan bukti-bukti dari lokasi maupun saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. 

Sementara itu, kepolisian belum menyampaikan motif maupun identitas terduga pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Aparat meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan terkait kasus tersebut. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Santri Dibakar #lombok tengah #pondok pesantren #NTB #kriminal