Oleh: Ki Damar (*)
ANTASENA adalah anak dari Raden Werkudara atau Bimasena dengan Dewi Urangayu. Urangayu adalah putri dari Batara Baruna.
Bima menikahi Dewi Urangayu dalam Lakon Kali Serayu Binangun. Antasena mempunyai watak yang polos, lugu, tegas,pemberani dan teguh dalam pendirian.
Dalam kesehariannya, dia menggunakan bahasa ngoko (tidak berbahasa krama) seperti ayahnya. Orang jawa mengatakan kacang ora ninggal lanjaran.
Saat Antasena masih dalam kandungan, Kahyangan Suralaya diserang Prabu Dewa Kintaka.
Dia adalah raja dari kerajaan Guwacinraka. Dia menyerang kahyangan karena ingin menikahi Batari Kamaratih.
Antasena yang kala itu masih di dalam kandungan, dikeluarkan oleh Batara Narada.
Setelah itu bayi tersebut diajukan ke peperangan.
Berkat bantuan dari Sang Hyang Wenang, bayi Antasena ini mampu mengalahkan Prabu Dewa Kintaka dan pasukannya.
Setelah mengalahkan musuhnya, bayi Antasena ini diserahkan kepada Sang Hyang Antaboga untuk dididik menjadi satria.
Antasena mempunyai istri bernama Manuwati.
Dia anak dari Raden Arjuna dengan Dewi Manuhara. Dari pernikahan ini, dia mempunyai anak bernama Raden Jayasusena.
Antasena juga mempunyai kesaktian yang tak jauh dengan kakak-kakaknya.
Ia mampu hidup di dalam tanah, tak jauh beda dengan Antareja.
Selain itu ia mampu menyelam di dalam air. Kulitnya terlindung dari sisik udang yang mengakibatkan dia kebal dari semua jenis senjata. (*/naz)
(*) Penulis adalah alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani