Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Bimo Bumbu (4) - Rujak Kesukaan Prabu

Mizan Ahsani • Selasa, 12 Maret 2024 | 03:15 WIB
Ilustrasi lakon wayang
Ilustrasi lakon wayang

Oleh: Ki Damar

SEMENTARA itu, Ki Demang Ijrapa sangat sedih karena hari ini waktunya dia memberi pisungsung anak muda kepada Prabu Baka.

Namun dia tak kunjung menemukan, hingga akhirnya ia berjumpa dengan rombongan Dewi Kunti.

Bila Demang Ijrapa tidak menemukan anak yang masih muda, maka anaknya yang bernama Bambang yang akan dimakan Prabu Baka.

Bima sangat marah mendengar derita Ijrapa. Bila kejadian ini dibiarkan terus, maka desa dan negara ini akan hancur dan habis karena ketamakan rajanya yang sewenang wenang.

"Bagaimana Bima, apakah engkau bisa membantu mencerahkan dan menghadapi Prabu Baka?" Dewi Kunti bertanya kepada anaknya.

"Selagi ibuku Kunti masih ada, dan aku selalu mendapat restu ibuku dan juga apa yang aku lakukan adalah sebuah kebenaran, maka aku tidak akan takut kalah, wahai ibuku," jawab Bima.

Ijrapa sangat curiga kenapa anak muda ini terlihat tidak asing baginya. Lalu dia memberanikan bertanya.

"Maafkan saya raden, saya sepertinya pernah melihat sampean tapi dimana ya? Siapa sebenarnya kalian sehingga berani dengan raja kami, Prabu Baka yang gemar memakan orang?" ia bertanya.

Kunti berterus terang.

"Kami adalah Pandawa dari Astina, dan saya adalah Kunti Talibrata," ujarnya.

Seketika Ijrapa langsung bersimpuh mengaturkan sembah kepada mereka.

Ijrapa tahu bila Kunti adalah istri dari raja Astina yang telah meninggal.

Nama Pandawa juga sudah terkenal di beberapa daerah karena sering menolong rakyat-rakyat bawah.

Ijrapa sangat senang karena Pandawa datang. Bima lantas disarankan untuk diolesi bumbu rujak yang mana itu adalah kesukaan Prabu Baka. (naz/bersambung)

Editor : Mizan Ahsani
#bima #kurawa #Pandawa #Dewi