Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Kikis Tunggarana (1) - Perginya Sang Adipati

Mizan Ahsani • Jumat, 15 Maret 2024 | 03:35 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Kikis Tunggarana (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Kikis Tunggarana (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar

SUATU hari di Kerajaan Trajutrisna atau Surateleng, Sang Prabu Boma Narakasura mengadakan pertemuan dengan para punggawa kerajaan.

Punggawa itu antara lain; Patih Pancadnyana, Yayahgriwa, Mahudara, Amisunda Ancakugra.

Dalam pertemuan ini Prabu Boma menanyakan alasan Adipati Kahana dari Kadipaten Tunggarana yang sudah lama tidak pernah menghadap.

Patih Pancadnyana melaporkan dari hasil mata-mata yang dia sebar bahwa Adipati Kahana sering pergi ke Kerajaan Pringgondani.

Di sana, ia menghadap Prabu Anom Arya Gatutkaca.

Prabu Boma langsung mengetahui apa maksud Adipati Kahana ke Pringgondani.

Yaitu ingin melepas Bumi Tunggarana dari Trajutrisna dan bergabung ke Pringgondani.

Boma yang menaruh dendam pada Gatutkaca seketika marah besar.

Ia merasa direndahkan oleh Adipate Kahana.

Kemudian, ia menyuruh Adipati Yayahgriwa pergi ke Tunggarana untuk menangkap Adipati Kahana.

Prabu Boma sangat khawatir jika Tunggarana sampai lepas dari Trajutrisna.

Sebab, Tunggarana adalah bumi yang subur dan banyak masyarakat yang sejahtera.

Dia khawatir kalau Tunggarana lepas, maka upeti hasil bumi dan pajak yang selama ini menguntungkan Trajutrisna hilang begitu saja. (naz/bersambung)

Editor : Mizan Ahsani
#Gatutkaca #kerajaan #adipati #prabu