Oleh: Ki Damar
AKHIRNYA, Kresna mengabulkan permintaan Duryudana. Kelak dalam Perang Baratayudha, Kurawa dibantu oleh raja seribu negara.
Mendengar itu, Duryudana sangat senang dan pergi dengan berjoget riang.
Namun ketika bertemu dengan Durna, dia diberi tahu bahwa seribu raja itu tak ada artinya dibanding dengan satu raja Sri Kresna.
Duryudana keheranan. "Kenapa?"
"Karena Kresna adalah titisan Batara Wisnu, dan Wisnu adalah dewanya keadilan dan kebahagiaan," jawab Durna.
"Bilih paduka milih ratu sewu kanggo napa ngger? Malah ngentekne sego, kakean madang ra iso tandang gawe", sambungnya.
Mendengar itu, Duryudana kembali mencari Kresna.
Sudah tahu akan maksud kedatangan Duryudana, Kresna sudah membawa Werkudara atau Bima sebagai antisipasi bila Duryudana mengamuk.
Benar saja, ketika Duryudana menemunya, dia langsung berteriak ingin mengembalikan raja seribu negara dan memilih Kresna.
Karena perkataan Duryudana sudah disaksikan oleh dewata, tak mungkin Kresna mencabutnya.
Akhirnya, Bima marah dan bertarung dengan Duryudana.
Pertempuran ini memanas. Kurawa berusaha mengeroyok Bima. Namun, Kurawa malah disapu angin Werkudara.
Baladewa lalu berusaha membawa Kresna ke Astina.
Berkat kecerdikan Kresna, Baladewa ditipu dan hasilnya ia diminta bertapa di Grojogan Sewu.
Sementara itu, Kresna akhirnya diboyong ke Amarta untuk menjadi pamong dari para Pandawa. (naz)
Editor : Mizan Ahsani