Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Kumbakarna Bela Negara (2) - Duka Orang Tua

Mizan Ahsani • Jumat, 22 Maret 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang Kumbakarna (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang Kumbakarna (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

TAK lama, Indrajit tiba di Panglebur Gangsa, tempat Kumbakarna tinggal.

Indrajit melihat Dewi Iswani sedang berada di halaman. Membawa mangkuk berisi nasi dan lauk kidang kesukaan kedua anaknya.

Dewi Iswani bertanya kepada Indrajit tentang keberadaan Aswani Kumba dan Kumba-Kumba.

Dengan menangis, Indrajit bercerita bahwa mereka tewas dibunuh para kera Pancawati.

Kebohongan ini membuat Dewi Iswani syok.

Mangkuk yang dia bawa terjatuh dan pecah. Rupanya, keributan ini membangunkan Kumbakarna.

"Anakku mati?!" Kumbakarna berteriak kepada Indrajit.

"Siapa yang membunuh adik-adikmu?!"

"Saya tidak tahu persis. Situasinya sangat ramai. Para raksasa yang berbadan besar menghalangi pandangan saya untuk melihat pembunuh adik saya," jawab Indrajit.

Kumbakarna bersimpuh sedih.

"Iswani, apa yang terjadi pada keluarga kita? Padahal kita tak tahu menahu urusan kakak Rahwana dan Ramawijaya, tapi kenapa anak kita yang menjadi korban?"

Iswani turut bersimpuh melihat sang suami yang bersedih karena kehilangan dua anak kesayangan mereka.

"Apakah dewa mau menghukum kita karena perbuatan kita yang tidak mau menengahi permusuhan dan memilih untuk mengasingkan diri ini, kakanda?"

Sorot mata Kumbakarna berubah.

"Indrajit, di mana ayahmu? Aku akan meminta keadilan kepada dia!"

"Aku tahu, ada sesuatu yang janggal dalam kematian anak-anakku. Aku tahu bahwa Prabu Rama tidak sebengis itu! Tidak mungkin ia membunuh anak-anak yang belum dewasa," imbuhnya.

Indrajit mematung.

"Aku percaya, pasti ada sangkut pautnya dengan ayahmu!"

Tak punya pilihan, Indrajit lalu mengantarkan Kumbakarna menemui Rahwana. (naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #Lakon #wayang #Kumbakarna