Oleh: Ki Damar*
SANG Dewa Ruci ini mengetahui bahwa Bima disuruh gurunya, Durna, untuk mencari air kehidupan.
Ia lalu menjelaskan bahwa air kehidupan adalah lambang yang mempunyai makna penting.
Maksudnya, manusia bila mengikuti alur dari kuasa maka akan selamat, yaitu manusia yang menjalani perintah yang kuasa.
Sangkan paraning dumadi artinya manusia itu dicipta siapa, untuk apa dan bakal kembali ke siapa. Itulah sangkan paraning dumadi.
Bila dalam ajaran umat islam yaitu innalillahi wainna ilaihi rojiun, manusia dari Tuhan, menjalankan perintah Tuhan dan kembali pada Tuhan.
Maka sangkan paraning dumadi adalah ilmu marifat yang jarang sekali manusia bisa mencapainya.
Karena titik itu berada ketika manusia bisa bersama dengan tuhannya atau manunggaling kawula gusti.
"Dan kamu menerima itu letaknya dalam samudra minangkalbu, artinya tempat dari segala ilmu tadi adalah dalam dasar hati manusia atau jauh didalam lubuh hati manusia itu sendiri," kata Dewa Ruci.
"Maka selalu dekatkan hatimu pada Tuhan sehingga engkau bisa bersama dengan Tuhan yang hasil akhirnya nanti kamu akan mendapat kebaikan dari Tuhan," sambungnya.
Mendapat wejangan itu, bima punsangat senang dan tak mau berpisah dengan Dewa Ruci.
Lalu ia mengingatkan bahwa tugas dan kewajibannya belum selesai.
Maka disuruhlah ia kembali ke keluarganya dan Dewa Ruci menggelung rambut Bima hingga berubahlah wujud Bima.
Lebih tampan karena telah mencapai kesempurnaan sejati.
Dan pulanglah Bima menemui ibunya. Dia cium kening dan mata sang ibu yang lama menantikan kepulangan putranya tersebut. (naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani