Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

TOKOH WAYANG | Seta, Pandita Sakti dari Cemarasewu

Mizan Ahsani • Senin, 1 April 2024 | 02:45 WIB
Photo
Photo

Oleh: Ki Damar*

SETA adalah putra dari Prabu Matsapati dengan Dewi Rekatawati.

Ia mempunyai kulit putih bersih.

Karakternya pemberani, tegas, bijaksana dan adil. Dia mempunyai tiga saudara, yakni Raden Utara, Raden Wratsangka dan Dewi Utari.

Seta adalah seorang pandita yang tinggal di Pertapan Cemarasewu.

Ia menjadi pandita wadad seperti Bisma yang tidak menyentuh wanita.

Meskipun seperti itu dia juga mempunyai jiwa kesatria.

Dari hasil ia bertapa, Resi Seta mempunyai ajian bernama aji narantaka yang mana ajian ini diturunkan kepada Raden Gatutkaca.

Kelak, Gatutkaca bisa menjelma menjadi seribu orang dan dapat mengeluarkan senjata dalam dirinya.

Seta ikut terjun dalam Perang Baratayudha membela cucunya, Pandawa.

Ketika Utara dan Wratsangka gugur, ia marah dan melawan barisan Kurawa secara membabi buta hingga mereka kocar kacir.

Seta akhirnya gugur di medan perang di tangan Bisma dalam posisi berdiri tegak. (naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #Tokoh #wayang