Oleh: Ki Damar*
RADEN Wratsangka adalah anak Prabu Matsapati dengan Dewi Rekatawati. Ia anak ketiga dari empat bersaudara.
Kakak pertamanya Resi Seta, kedua Raden Utara, dan si bungsu atau anak keempat adalah Dewi Utari.
Wratsangka punya tugas penting dalam peristiwa pengepungan negara Wirata oleh Trigarta Prabu Susarma dan Astina yang dipimpin Prabu Duryudana.
Tugas itu adalah membantu Prabu Matsapati, sang ayah, dalam melawan Prabu Susarma.
Para senapati trigarta bukan tandingan Wratsangka.
Tetapi setelah Prabu Susarma maju, ia pun bukan tandingannya.
Akhirnya, Wratsangka kalah dan dibantu oleh ayahnya.
Kala itu, Matsapati memang sangatlah kuat. Tidak aneh bila ia menjadi tolak ukur raja di masa kejayaannya.
Namun karena usia yang sudah tua, Matsapati akhirnya kewalahan dalam melawan susarma.
Matsapati lantas dibantu oleh Jagal Bilawa atas bujukan kakaknya, Dwija Kangka.
Balawa ini aslinya adalah Bima yang menyamar.
Sedangkan Dwija Kangka sebenarnya adalah Prabu Puntadewa, sang raja Amarta. Berkat kerja keras tersebut, susarma tewas di bunuh Balawa. (naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani