SEBAGAI seorang satria setengah dewa, kesaktian Wisanggeni tak perlu diragukan lagi.
Ia merupakan putra dari Raden Arjuna dan Dewi Dresnala, putri Brama.
Sewaktu Dresnala mengandung Wisanggeni, ia sempat dipaksa menggugurkan kandungannya oleh Raden Dewasrani.
Raden Dewasrani memang menginginkan Dresnala, meski sudah menjadi milik Arjuna dan mengandung putranya.
Wisanggeni yang baru lahir dimasukkan ke kawah Candradimuka oleh Durga dengan dibantu Semar.
Keluar dari kawah, bayi itu menjelma menjadi satria gagah dan tampan.
Ia langsung pergi kahyangan, mengobra-abrik tempat para dewa, demi mencari sang ayah.
Semua dewa dikalahkan Wisanggeni. Batara Guru lantas memberi tahu bahwa ia adalah anak dari Arjuna.
Wisanggeni kemudian menikah dengan Dewi Mustikawati, putri Prabu Mustikadarma, raja Sonyapura.
Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati moksa/lenyap dengan raganya atas kehendak Sanghyang Wenang, menjelang perang Bharatayuda. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani