SITIJA merupakan anak dari Batara Wisnu dengan Batari Pertiwi. Ia juga mempunya seorang adik yang sangat cantik bernama Siti Sundari.
Ketika Wisnu menitis ke Marcapada atau bumi, Sitija diasuh oleh Kresna.
Sitija adalah satria yang sangat sakti dan mempunyai tunggangan berupa garuda berkepala raksasa bernama Wilmuna.
Sitija mempunyai kekuatan yang sangat hebat. Ia dapat hidup dan amblas di dalam tanah.
Tak hanya itu, Sitija juga mempunyai aji pancasona yang membuatnya bisa hidup kembali setelah mati, asalkan raganya tertempel di tanah.
Ajian ini mirip dengan rawarontek.
Di masa mudanya, Sitija dapat mengalahkan raja yang mengacau kahyangan bernama Prabu Bomantara.
Setelah mengalahkan daan menaklukkan rajanya, ia mempunyai nama Prabu Boma Narakasura. Dan kerajaan Bomantara yang bernama Surateleng diganti menjadi Trajutresna.
Di akhir hayatnya, Sitija tewas di tangan ayahnya yaitu Kresna dalam perang Gojalisuta.
Dalam perang antara ayah dan anak ini, Sitija berulah seperti seperti orang yang kesetanan dan membunuh Samba, anak Kresna.
Ia kemudian tewas terkena cakra dan digantung di awang-awang hingga badannya tak menginjak tanah. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani