Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Petruk Mantu (2) - Kedatangan Tamu Luhur

Ki Damar • Rabu, 17 April 2024 | 02:45 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang (RADAR MADIUN)

SEMENTARA itu di Padepokan Blulugtiba, Nala Gareng menerima kedatangan ayahnya dan adiknya, yaitu Semar dan Bagong.

Mereka datang untuk mengetahui persiapan Gareng dalam mengadakan resepsi pernikahan.

Semar berpesan, Gareng harus mempersiapkan dengan matang karena meskipun di tempat kecil dan di desa, yang akan datang ke tempatnya adalah para Pandawa dan para satria luhur.

Maka, jangan sampai membuat malu.

Gareng lantas curhat kepada ayahnya.

"Begini, pak. Sebenarnya saya juga kebingungan. Hari-hari ini panen di desa sedang tidak baik. Belum ada beras. Lauk dan bumbu juga susah mencari utangan," tuturnya.

Bagong menjawab, "lha kowe kui arep ngrabekne anak kok sembrono, dino wis cedak kok opo-opo ra nduwe. Ndang golek utangan ning sopo ngono lho, kang."

Gareng juga bingung karena banyak orang yang sedang susah di bulan-bulan ini.

Sebab, harga semua sembako naik.

Semar menyuruh untuk segera ke Karangkadempel, rumahnya, untuk mengambil beras secukupnya.

"Jumuk ning gonku kang yen butuh liyane, ning gonku ono gula karo klasa," tutur Bagong.

Gareng menolak. "Wong luhur-luhur kok dilungguhne klasa, yo gatal-gatal!," ujarnya.

Tak diduga, Kurawa datang. Ada Sengkuni dan Lesmana Mandrakusuma.

Kedatangan mereka adalah untuk melamar Nalawati yang akan dinikahkan dengan anak Raja Astina Raden Lesmana Mandrakumara. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #Pandawa #mantu #Lakon #wayang #petruk