Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Pandawa Syukur (2) - Siasat di Balik Syukuran

Ki Damar • Sabtu, 27 April 2024 | 02:45 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)

SINGKAT cerita, rencana menggelar syukuran tetap dilanjutkan. Pandawa bersiap menyambut datangnya para tamu besar.

"Kresna kakangku, kalau kamu ingin berbuat sedekah dan ilmu kasih sayang dan luhurnya ilmu agama, tanyakan pada Puntadewa," kata Werkudara.

"Kalau ingin bertanya keindahan budaya dan sastra, tanyakan pada Arjuna. Dan bila masalah pertanian dan peternakan, tanyalah pada Nakula Sadewa," sambungnya.

"Tapi kalau masalah perselisihan dan penangkapan, maka hubungannya dengan saya!," ujarnya, melanjutkan.

Kresna menyarankan kepada Werkudara untuk bersabar karena akan ada tamu yang datang.

Tak lama kemudian datanglah tamu dari negara Magada yaitu Raden Hamsa. Kedatangannya karena ingin meminjam Jamus Kalimasada.

Kresna menyuruh Werkudara menanggapi permintaan Hamsa.

Werkudara tahu bahwa Hamsa merupakan jalan menuju sosok orang yang akan menjadi tumbal Sesaji Rajasoya.

Maka, Hamsa disuruh menunggu di alun-alun Amarta.

Ketika Hamsa keluar, Kresna menjelaskan bahwa raja tadi hanya mata-mata dari Kerajaan Magada.

Sebenarnya rajanya bernama Prabu Jarasanda.

Ia juga akan membunuh seratus raja dan sementara ini sudah 97 orang.

Masih kurang tiga yaitu Baladewa, Kresna dan Puntadewa. Kedatanganya tadi hanya alibi untuk meminjam Kalimasada padahal ingin mencari di mana tiga raja tersebut. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Puntadewa #cerpen #Pandawa #Kresna #Lakon #wayang #Amarta