DIA merupakan istri dari Kiai Semar. Namanya Batari Kanastren.
Pada suatu hari Semar diserang dua ekor harimau berwarna merah dan putih.
Manumanasa memanah keduanya sehingga berubah ke wujud asli, yaitu sepasang bidadari bernama Kanastri dan Kaniraras.
Berkat pertolongan Manumanasa, kedua bidadari tersebut telah terbebas dari kutukan yang mereka jalani.
Kanistri kemudian menjadi istri Semar, dan biasa dipanggil dengan sebutan Kanastren.
Sementara itu, Kaniraras menjadi istri Manumanasa, dan namanya diganti menjadi Retnawati, karena kakak perempuan Manumanasa juga bernama Kaniraras.
Dalam lakon 'Semar Boyong', Kanastren menjadi sebuah sekar pudak tunjung biru yang di perebutkan oleh negara Pancawati, Amarta dan Astina.
Bunga itu dijadikan sayembara. Barang siapa dapat menghaturkan tunjung biru, maka akan dimomong oleh Semar.
Akhirnya bunga itu didapatkan oleh Lesmana dari Lancawati, lalu bertemu dengan Arjuna dan bunga itu direbut.
Akhirnya, Lesmana mendapat bunga sedangkan Arjuna mendapat kelopaknya.
Karena keputusan Kanastren, akhirnya ia meminta Semar untuk bergabung dengan Pandawa.
Sebab, tanggung jawab Pandawa belum selesai, sedangkan Prabu Rama sudah. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani