Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Pandawa Dadu (1) - Selembar Surat Undangan

Ki Damar • Senin, 29 April 2024 | 01:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Pandawa Dadu (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Pandawa Dadu (RADAR MADIUN)

MALAM itu di Pendapa Amarta, Pandawa berlima bersama Dewi Drupadi sedang berkumpul.

Mereka membicarakan selembar undangan yang datang dari Astina. Isi undangannya; permintaan maaf dari Kurawa.

Dengan tak diduga-duga, Kurawa mengaku bahwa selama ini telah menyusahkan Pandawa dan membuat mereka tersiksa.

Atas alasan itu, Pandawa diundang ke Astina untuk bermain dadu.

Permainan ini dilakukan dengan maksud hanya untuk merekatkan kembali persaudaraan yang pernah retak.

Puntadewa meminta saran pada adik-adiknya tentang undangan itu.

Bima dan Arjuna hanya diam.

Nakula yang duduk bersama dengan Sadewa mencoleknya supaya ikut memberi saran.

Maklum, Sadewa adik yang paling bungsu namun ia sangat cerdas.

Sadewa memberi saran agar meminta pendapat dahulu kepada Kresna.

Sebab, mau bagaimanapun, ia adalah pamongnya Pandawa.

Tak baik bila memutuskan sesuatu tanpa berunding dengan Sri Kresna.

Drupadi sangat setuju dengan pendapat Sadewa.

Namun, Puntadewa berpendapat sebaliknya.

Ia beranggapan bahwa undangan ini jangan sampai diketahui oleh Kresna.

Kenapa? Karena Kresna pasti tidak akan setuju.

"Apalagi kita datang kesana bukan untuk berperang atau berebut kekuasaan," ujarnya.

"Ini hanyalah permainan untuk merekatkan persaudaraan kita kembali," kata Puntadewa, melanjutkan kalimatnya.

"Jadi, mari berangkat besok pagi dengan membawa bekal secukupnya, demi persatuan kita," ajak Puntadewa. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Puntadewa #kurawa #cerpen #Pandawa #Lakon #wayang #Amarta