Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Pandawa Dadu (4) - Atas Nama Janda, Yatim Piatu, dan Negara

Ki Damar • Senin, 29 April 2024 | 02:30 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Pandawa Dadu (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Pandawa Dadu (RADAR MADIUN)

SEMENTARA di istana, Duryudana menyambut kedatangan adik-adiknya para Pandawa dan mempersilakan mereka duduk.

Semua hidangan di meja telah disiapkan. Mulai dari makanan, minuman sampai buah-buahan yang sangat enak dan segar.

Bisma selaku eyang mereka meminta maaf karena dulu tidak bisa berbuat apa-apa sehingga Pandawa harus pergi dari Astina.

Pandawa dengan legawa menerima maaf dari eyangnya itu.

"Semua itu sudah kehendak Tuhan yang maha kuasa, eyang, jadi idak perlu meminta maaf," kata Arjuna.

Mendengar itu, Bisma merasa senang.

Sang eyang tak menyarankan untuk bermain dadu. Ia hanya menyarankan mereka semua untuk makan dan minum.

Duryudana menyela perkataan Bisma.

Sebab, permainan ini hanya sebuah acara penyambutan demi mendekatkan persaudaraan mereka.

Setelah makan dan minum, Duryudana meminta Sengkuni mengambil dadu.

Permainan pun dimulai. Awalnya Pandawa menang dan Kurawa kalah dalam satu putaran.

Uang taruhan Kurawa lantas diberikan kepada Pandawa.

Pandawa kemudian meminta Sengkuni untuk membagiakan uang taruhan itu kepada para janda yang ada di Astina.

Putaran kedua berlangsung. Pandawa menang kembali.

Uang taruhan Kurawa kali ini dibagikan kepada anak yatim piatu.

Semakin panas permainan itu, Duryudana menawarkan Astina sebagai taruhannya. Bila Kurawa kalah, maka ia memberikan Astina. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #cerpen #Pandawa #Lakon #wayang #Duryudana