USAI menyelamatkan gendaga itu, Singonabda pergi ke Pertapan Nguntaranadi dan memberikan gendaga kepada Begawan Cakrapanu.
Oleh pandita itu, gendaga dibelah bersama dengan Singonabda.
Keluarlah Abimanyu yang sudah dalam keadaan tak berdaya.
Ia kemudian diobati oleh Cakrapanu. Ajaibnya, Abimanyu langsung sadar. Begawan Cakrapanu lantas menjelaskan kenapa Abimanyu sakit-sakitan.
Sebenarnya, Abimanyu sakit karena terlalu memikirkan kesejahteraan dirinya dan keturunannya nanti.
Kerisauan itu tak dapat ia ceritakan kepada siapa-siapa. Alhasil, karena memendam sendirian, Abimanyu sampai jatuh sakit.
Abimanyu juga menceritakan bahwa dirinya hendak dibunuh oleh Sudaramanik dari Astina.
Lalu ia mengubah penampilannya menjadi seorang pemuda dari gunung bernama Raden Jaka Pengalasan.
Ia disuruh untuk ke Astina untuk membunuh Sudaramanik. Itu cara jika ia ingin mendapat kesejahteraan untuk keturunannya kelak.
"Singonabda, sudilah engkau menjadi kendaraan adikmu, Jaka Pengalasan, agar wibawa perjalanannya," kata pandita itu.
Setelah mereka pergi, datanglah Anoman dan Werkudara yang mencari Anoman palsu.
Pandita itu menjelaskan bahwa tidak ada kera ke sini selain dirinya.
"Kalau kau ingin mencari seseorang yang berharga bagi kalian, ikutlah denganku ke Astina," ujar Cakrapanu.
Werkudara dan Anoman mengikuti sang pandita menuju Astina.
Di Astina, ketika Sudaramanik hendak dijodohkan dengan anak Duryudana, tiba-tiba terjadi keributan di alun-alun.
Sebab, sang satria yang menunggang harimau itu koar-koar ingin membunuh Sudaramanik.
Mencium bau tantangan, Sudaramanik langsung keluar menemui satria itu. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani