Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Ciptaning (1) - Bidadari Jatuh Hati

Ki Damar • Minggu, 5 Mei 2024 | 01:30 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Ciptaning (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Ciptaning (RADAR MADIUN)

KECANTIKAN Dewi Supraba memang tiada tara. Banyak yang jatuh hati padanya.

Di Kerajaan Imaimantaka, Prabu Niwatakawaca juga menginginkan Dewi Supraba. Ia mengerahkan para prajurit untuk pergi ke kahyangan.

Di sana mereka dihadang para dewa.

Prajurit Imaimantaka didesak untuk kembali karena lamaran Niwatakawaca ditolak. Mendengar lamaran gustinya ditolak, para prajurit marah dan akhirnya menyerang para dewa.

Menghadapi serangan brutal, para dewa kewalahan. Mereka mundur, menutup pintu Selamatangkep pintu gerbang kahyangan.

Batara Narada sebagai penasehat dewa menyuruh Batara Indra untuk meminta Bantuan Begawan Ciptaning atau Begawan Mintaraga.

Sebelum itu, ia sudah meminta para bidadari untuk mencoba menggoda Ciptaning, karena ia sedang bertapa.

Ketika para bidadari turun ke gunung Indrakila, mereka melihat cahaya yang sangat menyilaukan. Cahaya itu bersumber dari Ciptaning.

Sinar memancar begitu terangnya kerena Ciptaning dapat menyingkirkan hawa nafsu.

Ketika Batari Supraba dan yang lainnya mencoba menggoda Ciptaning, tak satupun dari mereka berhasil membuat sang pertapa bangun.

Justru, para bidadari merasa jatuh cinta kepada Ciptaning.

Para bidadari merasa kecewa dan sakit hati. Tak ada yang ditanggapi oleh Ciptaning.

Bahkan ketika mereka hendak menyentuh sang pertapa, para bidadari tersebut langsung terpental.

Akhirnya, Batara Indra datang dan menyuruh mereka pulang ke kahyangan. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #supraba #Kahyangan #arjuna #Lakon #wayang