Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Semar Bangun Kahyangan (2): Orang Kecil yang Memperbaiki Kursi Reyot pun Tak Bisa

Ki Damar • Kamis, 9 Mei 2024 | 03:16 WIB
Ilustrasi lakon wayang Semar Bangun Kahyangan (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Semar Bangun Kahyangan (RADAR MADIUN)

SEMBARI memakan ubi pemberian Petruk, Semar berkata, “Anakku Petruk, sesungguhnya saya mendapat wangsit untuk memberikan suatu amanah tentang pitutur di mana bapak harus membangun kahyangan, maka dari itu hari ini juga kamu harus ke negara Amarta. Panggilah bendaramu para pandawa untuk datang ke Karang Kadempel. Dan pastikan ndara Puntadewa membawa jimat Kalimasada, ya Petruk,’’.

''Duh pak, kok kamu ini aneh-aneh saja. Kita orang kecil, jangankan mbangun kahyangan, kursimu reyot saja tak sanggup memperbaiki,’’ kata Petruk.

''Jangan kamu sembrono, ini bukan kahyangan yang ada di langit sana. Tetapi, kahyangan hati manusia. Aku akan mengingatkan ndara pandawa agar selalu berbuat baik guna membangun kahyangan hatinya’’ terang Semar.

Petruk mengangguk-anggukkan kepala, seolah ia paham maksud Semar.

Petruk lantas pergi naik sepeda dengan roda belakang kempes.

Dia bersemangat ke Amarta karena menurutnya, ini adalah pekerjaan yang luhur yaitu membangun kahyangan hati.

''Karena ini adalah perintah bapak yang menerima wangsit, berarti ketika aku membantu bapak Semar, artinya saya juga andil dalam membangun kahyangan hati para bendara. Saya nanti akan diberi upah, makan sepuasnya dan minta rokok ndara Werkudara, hahaha’’ kata Petruk dengan terus mengayuh sepeda. (*/den)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Punakawan #Puntadewa #werkudara #cerpen #Pandawa #bangun #Kahyangan #arjuna #semar #Lakon #wayang #Bagong #petruk #gareng