Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

TOKOH WAYANG | Raden Barata, Putra Mahkota yang Menolak Naik Tahta

Ki Damar • Jumat, 10 Mei 2024 | 02:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Raden Barata (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Raden Barata (RADAR MADIUN)

BARATA di sini yang tersebut dalam Kitab Ramayana adalah putra Prabu Dasarata, raja negara Ayodya dengan permaisuri ketiga Dewi Kekayi.

Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama Satrugna dan Dewi Kawakwa.

Barata juga mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu.

Masing-masing bernama Ramawijaya (dari permaisuri Dewi Kusalya), dan Leksmana (dari permaisuri Dewi Sumitra).

Barata berwajah tampan.

Oleh para brahmana ia diyakini sebagai penjelmaan Dewa Darma yang berwatak adil, jantan dan jujur.

Dengan tegas Barata menolak naik tahta menjadi raja negara Ayodya menggantikan ayahnya, Prabu Dasarata yang meninggal karena sakit mendadak.

Barata menentang dan menolak keinginan ibunya, Dewi Kekayi karena ia merasa tidak berhak menjadi raja negara Ayodya sebagai negara leluhur Dewi Kusalya, ibu Ramawijaya.

Barata baru bersedia menjadi raja negara Ayodya mewakili Ramawijaya setelah ia bertemu dengan Ramawijaya di atas gunung Citrakuta atau Kutarunggu.

Ia kemudian mendapat wejangan ajaran Astabrata yang berisi delapan pedoman kepemimpinan seorang raja.

Barata menjadi raja Ayodya selama 13 tahun, sampai Ramawijaya kembali dari pengasingan setelah berakahirnya perang Alengka.

Ia kemudian hidup brahmacari sampai meninggalnya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Ramawijaya #cerpen #Barata #Tokoh #wayang