Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Sang Indrajit (3) - Warisan dari Sang Ayah

Ki Damar • Sabtu, 11 Mei 2024 | 03:00 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Sang Indrajit (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Sang Indrajit (RADAR MADIUN)

INDRAJIT memecah keheningan di antara dirinya, Togog, dan Mbilung.

"Aku ingin bertanya tentang pamanku, Gunawan Wibisana, karena selama di Alengka aku tidaklah mengenal siapa sebenarnya dirinya," ujarnya.

Togog berusaha menjelaskan.

"Begini ndara, paman sampean itu anak bungsu Resi Wisrawa. Singkatnya begini, saya ceritakan yang inti ya," kata Togog.

"Soalnya ini posisi perang, jangan banyak cerita nanti tiba-tiba ada meriam mampir di mulutku lak yo selesai," imbuhnya, mencoba bercanda.

"Kamu ini ada-ada saja, jelaskan yang benar, jangan sampai ada kesalahan dalam menyampaikan informasi, bahaya lho, Gog!," kata Mbilung.

"Jadi begini, eyang paduka Resi Wisrawa itu pandita sakti dan bijaksana," terang Togog.

"Nah karena ia mempunya empat anak, maka semuanya mewarisi sifat dan kekuatannya. Contoh, nafsu amarah Resi Wisrawa dan kekuatannya diwariskan kepada ayah paduka," jelasnya.

"Lalu, bagaimana dengan yang lain?," tanya Indrajit.

"Sebentar biar saya jelaskan, jangan dipotong," kata Togog.

"Sifat sabarnya turun ke ndara Kumbakarna, kemudian nafsu birahi turun ke ndara putri Sarpakenaka. Kebijaksanaan dan kecerdasannya turun ke ndara Gunawan Wibisana," jelasnya.

"Itulah kenapa ndara Gunawan bisa mengalahkan kita," imbuh Togog.

Alis Indrajit mengernyit.

"Dasar paman Gunawan pengkhianat!."

Togog berusaha menenangkan Indrajit.

"Jangan salahkan paman sampean. Ia tidak bersalah karena itu adalah sifat yang diwarisi dari ayahnya," ujarnya.

"Beliau mengingatkan ayah sampean karena peduli, bukan karena benci lho, ndara," sambung Togog.

Pembuluh darah tampak tegang di leher Indrajit.

"Cukup! Saya akan pergi menemui Gunawan," kata pria yang amarahnya sedang meluap-luap itu. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Rahwana #indrajit #Alengka #cerpen #Lakon #wayang