SANG raksasa ini bernama Kala Srenggi. Ia putra dari Prabu Jatagempol, raja raksasa dari negara Gowabarong dengan Dewi Jatagini.
Ia mempunyai rasa dendam terhadap Arjuna, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti dari negara Amarta, karena ayahnya Prabu Jatagempol mati terbunuh oleh Arjuna.
Kala Srenggi muncul bertepatan dengan awal pecahnya perang Bharatayuda.
Pada waktu ia melayang-layang di atas Kurusetra, Kala Srenggi melihat sesosok ksatria mirip Arjuna.
Ia langsung menukik dan menyambarnya.
Ternyata ia salah sasaran. Sebab satria itu bukanlah Arjuna, melainkan Bambang Irawan, putra Arjuna dengan Dewi Palupi atau Ulupi.
Kala Srenggi berhasil mengigit leher Irawan hingga putus dengan taringnya yang berbisa. Irawan tewas seketika.
Arjuna yang mengetahui kejadian tersebut bergegas melepaskan panah Hardadali yang tepat mengenai dada Kala Srenggi yang sedang terbang melayang.
Tubuh Kala Srenggi jatuh ke bumi dan mati seketika.
Ada versi lain juga yang menceritakan bahwa ketika Irawan sekarat digigit Kala Srenggi, Irawan menghunus kerisnya dan ditancapkan di perut sang lawan sehingga mati bersama. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani