PEREMPUAN murah hati yang penuh dengan sopan santun. Itulah penggambaran Dewi Trijata.
Ia putri sulung Arya Wibisana dan Dewi Triwati.
Ia mempunyai adik kandung bernama Dentawilukrama.
Selain berwatak baik, Dewi Trijata juga dikenal sebagai perempuan yang berparas sangat cantik.
Dewi Trijata sangat berjasa dalam melayani dan mengasuh serta melindungi Dewi Sinta yang pada saat itu menjadi tawanan Prabu Dasamuka.
Ia mengasuh Sinta di puri Taman Hargasoka di negara Alengka.
Ia dapat mempertahankan Dewi Sinta dari sentuhan tangan kotor Prabu Dasamuka yang akan memaksakan kehendaknya untuk memperistri Dewi Sinta.
Prabu Dasamuka yang merasa sangat kesal karena keinginanya selalu dihalangi oleh Dewi Trijata mengeluarkan kutukan saktinya.
Dasamuka mengutuk Trijata kelak akan bersuamikan kera tua bangka.
Dewi Trijata yang menangis sedih atas kutukan Prabu Dasamuka akhirnya terhibur oleh janji Dewi Sinta yang akan memohon pada Dewata.
Sinta memohon, walaupun kelak Trijata bersuamikan kera tua, kelak anak perempuan Dewi Trijata akan diperistri satria titisan Bathara Wisnu.
Setelah berakhirnya perang Alengka, Dewi Trijata diperistri oleh Kapi Jembawan, kera tua pengasuh Resi Subali dan Anoman.
Ia dan Kapi Jembawan kemudian tinggal di pertapaan Gadamadana.
Dari perkawinan tersebut, ia mempunyai seorang putri yang diberi nama Dewi Jembawati, yang setelah dewasa kelak menjadi istri Prabu Kresna.
Benar saja, Kresna merupakan raja titisan Bathara Wisnu dari negara Dwarawati.
Dewi Trijata lantas meninggal dalam usia lanjut dan jenazahnya dimakamkan di pertapaan Gadamadana. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani