Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Melik Nggendhong Lali (4) - Buta Mata dan Tuli Telinga karena Kekuasaan

Ki Damar • Kamis, 16 Mei 2024 | 05:17 WIB
Ilustrasi lakon wayang Melik Nggendhong Lali (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Melik Nggendhong Lali (RADAR MADIUN)

NAKULA berkata, “Ibu, kami lapar, kami ingin makan. Semalam kami tidak makan karena makanan yang dihidangkan bukanlah seharusnya kami makan. Aku tidak suka makan babi dan minum anggur yang diberi kakak kurawa. Apakah ibu membawa sesuatu yang dapat kami makan?’’.

Kunti merasa sedih melihat si kembar yang masih kecil itu. 

Sembari tersenyum dia mengelus kepala Nakula dan Sadewa, berusaha menenangkan hati mereka.

“Arjuna, coba kamu pergilah untuk mencari makan, kasihan adikmu,'’ kata Kunti.

Arjuna lantas mengajak Petruk dan Bagong.

“Petruk, Bagong, jangan diam saja. Ayo ikut aku,’’ kata Arjuna.

Petruk dan Bagong, “Mangga, kula derekne, Gus,’’.

Dalam perjalanan mencari makan, Petruk dan Bagong juga merasakan kesedihan.

Sebab, mau tidak mau dua punakawan itu ikut mengalami dan merasakan kejadian yang menimpa Kunti dan lima anaknya itu.

Petruk dan Bagong juga ikut membesarkan pandawa.

Hati kecil keduanta juga marah karena melihat kelakuan kurawa terhadap pandawa.

“Ngene iki gregeteno Gong, mesakne ndara pandawa, luih-luwih ndara Kunti, ’’ kata Petruk.

Bagong menjawab, “Lha iyo, aku ngerti Sengkuni meneh kudu tak plinteng mripate, tak oseri telek lambene,’’.

Petruk, “Aku percaya rencana pembunuhan ini digunakan kurawa untuk mendapatkan kekuasaan Astina. Seperti itulah Gong, manusia bila sudah buta matanya dan tuli telinganya karena kekuasaan, tak peduli keluarga yang penting adalah dirinya sendiri,''. (*/den)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Puntadewa #kurawa #werkudara #cerpen #Pandawa #kunti #Melik Nggendhong Lali #arjuna #Lakon #wayang