RADEN Danurwenda adalah putra Antareja (raja Jangkarbumi) dengan permaisuri Dewi Ganggi.
Ketika perang Baratayudha berlangsung, Danurwenda masih kecil.
Dia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakek buyutnya, Hyang Anantaboga.
Danurwenda memiliki sifat dan watak; jujur, pendiam, berbakti pada yang lebih tua, sayang kepada yang muda, rela berkorban, dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta.
Dia berkulit Napakawaca, sehingga kebal terhadap segala macam senjata.
Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya.
Cintin itu mempunyai kesaktian, menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi atau tanah.
Pun, dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian yang tidak semestinya alias di luar takdir.
Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti, cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan.
Dari perkawinan tersebut, dia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala.
Danurwenda tidak bersedia dinobatkan menjadi raja Jangkarbumi.
Dia memilih menjadi patih Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Jangkarbumi diserahkan kepada putranya, Nagapratala. (*/den)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan