Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Semar Mantu (1) - Lunglai dalam Ketenteraman

Ki Damar • Jumat, 31 Mei 2024 | 02:30 WIB
Ilustrasi lakon wayang Semar Mantu (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Semar Mantu (RADAR MADIUN)

BULAN madu Abimanyu dan Dewi Siti Sundari belum berakhir. Keduanya saling mengagumi satu sama lain.

Matahari yang terang berkilau seakan malu dan bersembunyi di balik awan. Tuntas bercinta, keduanya lunglai dalam ketenteraman.

Tertidur dalam kedamaian, tiba-tiba datanglah seorang penculik.

Ia menginginkan Siti Sundari.

Tentu saja, perkelahian antara Abimanyu dan si penculik yang belakangan diketahui bernama Jayalengkara itu tak terelakkan.

Nahas, Abimanyu kalah. Siti sundari dibawa terbang si penculik.

Sebelum hilang dari pandangan, Abimanyu dengan sisa-sisa kekuatannya memanah Jayalengkara.

Si penculik terjatuh. Sayangnya, Siti Sundari ikut jatuh dari langit. Entah di mana keberadannya.

Abimanyu seperti orang gila karena istri yang dia sayangi.

Jiwanya terguncang. Sesekali ia jatuh tak sadarkan diri.

Di tempat lain, selang beberapa hari usai peristiwa memilukan yang dialami Abimanyu, Togog dan Mbilung menemukan seseorang perempuan. Namanya Rara Temon.

Gadis itu sangat cantik jelita. Hingga banyak orang desa yang menginginkan Rara Temon.

Rara Temon bercerita pada Togog selaku ayah angkatnya. Dia mengaku sering bermimpi menjalin hubungan dengan seseorang. Entah itu siapa.

Togog bilang bahwa itu hanyalah bunga tidur. Ia berusaha menjelaskan sesuatu kepada sang istri.

"Begini istriku, saya menerima surat dari adik saya, Semar, bahwa ia mau melamar anak kita. Bagaimana?," kata Togog.

Istrinya hanya bisa manut demi yang terbaik untuk anaknya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #Pandawa #baladewa #Kresna #mantu #semar #Lakon #wayang