GUNUNGAN atau disebut juga kayon sering kita jumpai dalam setiap lakon pewayangan.
Pada dasarnya, kayon berasal dari kata kayun yang berarti keinginan.
Sebab, setiap makhluk hidup selalu punya keinginan.
Manusia punya keinginan yang banyak dan bermacam-macam.
Sebagai citra alam dunia, wayang kayon melukiskan secara cermat gambaran-gambaran kehidupan dunia yang penuh dinamika.
Ada lukisan kera, macan, kerbau, ular, burung merak, api, raksasa, dan sebagainya.
Semua itu merupakan pesan moral bahwa ada bermacam-macam sifat dalam kehidupan.
Gunungan, sebagaimana gunung pada umumnya, memiliki ekosistem kehidupan termasuk flora, fauna, bahkan bebatuan dan lain sebagainya.
Selain menandai makna kehidupan, kayon juga merupakan tanda simbol pagelaran yang sarat dengan makna etika.
Para nayaga alias penabuh musik harus jeli mengamati posisi kayon yang dimainkan dalang.
Pergerakan kayon bisa menjadi tanda awal cerita, pergantian adegan, limbukan, goro-goro, dan sebagainya. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani