Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Kresna Duta (1) - Wangsit Raja Dwarawati

Ki Damar • Senin, 3 Juni 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Kresna Duta (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Kresna Duta (RADAR MADIUN)

WIRATA mengadakan pertemuan besar melibatkan banyak negara.

Berbagai hal dibahas dalam pertemuan ini.

Di kubu Pandawa, mereka mengutus dua duta untuk pergi ke Astina.

Sayangnya, duta pertama dan kedua yaitu Dewi Kunti dan Prabu Drupada telah gagal mengemban tugas sebagai duta Pandawa untuk meminta negara Astina.

Mereka sangat yakin bahwa Astina adalah hak milik para Pandawa yang dulu tahtanya menjadi milik Prabu Pandu.

Eyang Pandawa yang bernama Prabu Matsapati merasa gelisah untuk menunjuk duta terakhir yang pantas untuk ke Astina.

Lalu datanglah, Prabu Kresna, sang raja Dwarawati dan adiknya Setyaki.

Prabu Matsapati atau Durgandana merasa sedikit terhibur oleh kedatangan cucunya Sri Kresna, dewa nan adil dan bijaksana.

"Saya kira engkau telah beristirahat dengan jenak di Wirata ini, cucuku Dwarawati. Lalu apa yang membuat engkau naik ke Sitinggil?," tanya Matsapati.

"Jujur saya telah mengerti keadaan adik-adik saya pandawa yang telah mengirim duta ke Astina dan selalu gagal, kanjeng eyang," jawabnya.

Prabu matsapati menghela nafas.

"Benar apa yang kau katakan cucu prabu, lalu bagaimana ini? Apakah engkau tidak kasihan bila Kurawa selalu sewenang-wenang terhadap adikmu ini?," ujar sang kakek.

Baca Juga: Garap Wisata Religi Masjid Kuno Kuncen–Taman, Pemkot Madiun Gagas Festival Gembrung

Kresna lantas mengutarakan kesanggupannya menjadi duta pamungkas untuk adik-adiknya itu.

Puntadewa lalu bertanya, "apa tugas dari duta pamungkas, kakak prabu?"

"Yayi prabu, saya menerima wangsit bahwa saya harus menjadi duta pamungkas atau utusan akhir menanyakan kejelasan tentang hak milik Astina," jelas Kresna.

"Bila ini gagal, mau tidak mau maka jalan terakhir adalah dengan peperangan," imbuhnya.

Mendengar itu, Puntadewa tertunduk dan terdiam. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#astina #Pandawa #Kresna #Lakon #wayang #Pandu