Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Abimanyu Gugur (5/Habis) - Gagah Berani Menahan Taktik Lawan Sendirian

Ki Damar • Selasa, 4 Juni 2024 | 04:26 WIB
Ilustrasi lakon wayang Abimanyu Gugur (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Abimanyu Gugur (RADAR MADIUN)

DI DALAM Cakrabyuha, Puntadewa mampu bertahan.

Serangan kurawa terlihat semakin lemah.

Abimanyu menyuruh Sumitra membawa Puntadewa keluar dari Cakrabyuha.

Sumitra lantas menerjang semua prajurit yang ada di depannya.

Alhasil, Puntadewa selamat.

Sementara Sumitra, punggungnya dipenuhi anak panah dan tombak dan akhirnya mati.

Abimanyu berjibaku di dalam Cakrabyuha.

Berpuluh-puluh prajurit kurawa berhasil dibunuhnya.

Karena tak tahu cara keluar dari taktik perang tersebut, Abimanyu terus berusaha membongkar Cakrabyuha.

Sejumlah petinggi Astina seperti Duryudhana, Durna, Jayadrata, dan yang lain, datang ke lokasi.

Mereka membidikkan panah ke arah Abimanyu.

Abimanyu tak gampang tumbang.

Beberapa anak panah telah menancap di tubuhnya.

Namun,  Abimanyu yang semula berdiri tegap perlahan menunduk.

Itu setelah hujan anak panah dari seluruh penjuru Cakrabyuha datang kepadanya.

Anak panah menancap di dada, di tangan, di kaki,  di leher, di perut.

Saking banyaknya anak panah yang menancap, wujud Abimanyu menyerupai landak.

Darah yang keluar kelewat banyak.

Tak sedikit yang percaya bahwa kondisi yang dialami Abimanyu seperti itu berkaitan erat dengan sumpahnya saat melamar Utari.

Lesmana, putra Duryudhana, mendekati Abimanyu yang sudah tak berdaya.

Lesmana ingin mengakhiri penderitaan Abimanyu.

Namun nahas, Lesmana malah tertusuk anak panah yang menancap di tubuh Abimanyu.

Melihat kejadian itu, Duryudhana marah dan menghajar Abimanyu.

Ya, putra Arjuna yang dikisahkan masih berusia 12 tahun itu, belum benar-benar mati.

Dia masih sanggup bertahan kendati panah menancap memenuhi badan.

“Kenapa kau tak mati saja Abimanyu?’’ kata Duryudhana.

Abimanyu menjawab, ‘’Aku akan bertahan sampai matahari tenggelam. Ayahku bangga karena aku mampu menahan kalian semua sendirian,’’.

Lalu, Jayadrata datang menghabisi Abimanyu. Abimanyu gugur.

Semua petinggi Astina mengakui kekuatan dan keberanian Abimanyu.

Yang mana, Abimanyu dengan gagah dan berani menahan kurawa seorang diri dalam barisan Cakrabyuha. (*/den)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#kurawa #werkudara #gugur #cerpen #Pandawa #abimanyu #Durna #arjuna #Lakon #wayang