PUTRA bungsu Prabu Salya ini bernama Raden Rukmarata.
Dalam cerita wayang, tokoh satu ini digambarkan ksatria berwajah tampan, dan berhati baik.
Sifat tersebut bertolak belakang dengan Burisrawa, kakaknya yang buruk rupa dan juga memilikip perangai yang buruk.
Kakak-kakak Rukmarata dinikahi raja dan menjadi raja, termasuk si Burisrawa yang belakangan menjadi raja di Cindekambang.
Di hari pertama Perang Baratayudha, Rukmarata tanpa sepengetahuan bapaknya berangkat ke medan perang.
Ia melihat Resi Seto menyerang dengan membabi buta, mengobrak-abrik barisan pasukan Kurawa.
Ia dengan gagah berani maju untuk melawan Resi Seto.
Sayangnya, sang ksatria rupawan ini berakhir tewas di tangan Resi Seto yang membawa gada pamungkasnya yang diberi nama kyai pamecatnyawa. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani