TOKOH wayang satu ini kerap menebar teror.
Namanya Kala Marica. Ia hidup di hutan Dandaka dan sering meneror para resi.
Saat Rahwana berniat menculik Sita, ia mengunjungi Kala Marica.
Tujuannya meminta bantuan Kala Marica untuk melancarkan rencana busuknya.
Marica yang mengetahui kekuatan Rama menolak rencana tersebut. Ia enggan terlibat.
Ia memberi wejangan kepada Rahwana untuk membatalkan niat jahat itu.
Menurutnya, rencana tersebut akan mengantarkan kehancuran bagi Alengka dan kaum raksasa.
Mulanya Rahwana sadar setelah mendapat masukan Marica.
Namun setelah ia kembali ke Alengka, Surpanaka datang dan menghasut kembali Rahwana dengan cara memutarbalikkan fakta.
Niat jahat Rahwana kembali timbul. Kali ini, ia bersikeras untuk menculik Sita. Rahwana datang kembali ke kediaman Kala Marica untuk yang kali kedua.
Kala Marica sadar betul bahwa kali Rahwana datang dengan keyakinan yang bulat.
Kalau tidak disetujui, maka nyawanya yang akan terancam.
Tapi sebaliknya, jika ia menjalankan rencana Rahwana, sudah pasti nyawanya juga akan berakhir di tangan Rama.
Setelah berpikir matang-matang, Kala Marica akhirnya menyetujui niat licik Rahwana.
Ada alasan kenapa ia berubah pikiran.
Ia merasa, lebih baik gugur di tangan ksatria besar seperti Rama daripada di tangan raksasa keji Rahwana. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani