Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Arjuna Kembar (1) - Subadra Mencari Cintanya

Ki Damar • Minggu, 9 Juni 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Arjuna Kembar (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Arjuna Kembar (RADAR MADIUN)

KABUT terbawa angin, segera digantikan awan menggelayut di taman Maduganda.

Memayungi bunga-bunga yang seolah tersenyum bermekaran.

Namun keindahan taman itu tidak bisa mengalahkan kecantikan Dewi Wara Subadra atau Bratajaya.

Perempuan ini titisan sang Dewi Widawati.

Sehingga, tidaklah aneh jika pancaran sinarnya menerangi jagat raya.

Diceritakan, sang dewi sedang menikmati keindahan taman sambil menyaksikan para emban yang menari untuk menghibur hatinya.

Sebab, ia sedang risau karena kepergian suaminya.

Namun ia tidaklah terhibur. Justru semakin gelisah.

Lalu datanglah Patih Madukara bernama Sucitra dan Surata.

"Ada apa sang dewi? Beberapa hari ini terlihat susah, sedih, dan tak bersemangat?" kata Sucitra.

"Aku khawatir karena Pangeran Arjuna belom pulang. Saya sudah menyuruh Srikandi untuk mencari, namun sampai sekarang belum ada kabar," ujarnya.

Sucitra dibuat keheranan karena Subadra menyuruh perempuan lain mencari suaminya.

"Yang saya heran, paduka kenapa tidak mempunyai rasa cemburu?"

"Aku lebih mencintai Pangeran Arjuna. Bagi orang yang cinta, tidak ada cemburu. Yang ada hanya khawatir dan gelisah ketika tidak bersama," jawabnya.

Belum selesai mereka berbincang, datanglah Prabu Kresna bersama Arjuna.

Semua orang terperangah melihat kedatangan mereka. Termasuk Subadra.

Sebab, ada tiga Arjuna yang datang bersama Kresna.

Semuanya mirip, dari ujung rambut kepala sampai ujung kaki.

"Bila kalian mengaku Arjuna, aku ingin melihat pusaka kyai pulanggeni," kata Subadra.

Betapa terkejutnya Subadra mendapati bahwa ketiga Arjuna sama-sama mempunyai pulanggeni.

Sang dewi semakin kebingungan. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dasamuka #cerpen #arjuna #anoman #Lakon #wayang