SEBELUM melancarkan ajiannya, Arjuna keempat meminta Anoman dan Werkudara untuk bersiap.
"Kakang Anoman dan Kakang Werkudara, saksikan. Aku akan membuktikan bahwa diriku adalah Arjuna yang sebenarnya. Bila nanti ada kejanggalan, aku minta tanggap sedia," kata Arjuna.
Werkudara dan Anoman menurutinya. Mereka serius mengamati ketiga Arjuna yang lain.
"Wahai jajal laknat, berani sekali kalian mengembari diriku! Maka dengan pusaka pulanggeni ini, kalian akan berubah ke wujud yang asli!" ancam Arjuna dengan menghunus kyai pulanggeni dari warangkanya.
Dari ketiga Arjuna, dua akhirnya berubah menjadi Prabu Dasamuka dan Burisrawa. Mereka adalah dua laki-laki yang juga memendam cinta kepada Subadra.
Dasamuka mencintai Subadra karena ia adalah titisan Dewi Widawati.
Sedangkan Burisrawa suka dengan Subadra karena kecantikannya.
Melihat mereka berubah wujud menjadi Dasamuka dan Burisrawa, Anoman dan Werkudara tanggap langsung menghajar musuh mereka sendiri-sendiri.
Anoman melawan Sasamuka dan Werkudara alias Bima melawan Burisrawa.
Tersisa dua Arjuna. Keduanya lalu saling berhadapan.
Kresna meminta salah satu dari mereka menggunakan serat asmarantaka, yaitu kidungan yang berbentuk rayuan.
Dalam sekejap, salah satu Arjuna akhirnya berubah ke wujud aslinya.
Ia ternyata adalah Srikandi, yang disuruh Subadra untuk mencari Arjuna.
Srikandi mengubah wujud menjadi Arjuna dengan tujuan memancing Arjuna asli agar segera kembali ke Madukara. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani