Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Dewa Amral (3) - Kawah Suci yang Bijak

Ki Damar • Senin, 10 Juni 2024 | 03:15 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Dewa Amral (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Dewa Amral (RADAR MADIUN)

SEMENTARA itu di kahyangan, Bima menghadap Batara Guru.

Ia bertanya, "apa yang kau ketahui tentang benar dan salah?"

Batara Guru melempar balik pertanyaan kepada Bima.

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

Bima lalu menjelaskan maksudnya.

"Karena bila saya nanti menjawab pertanyaanmu, bahkan bila benar pun, tapi karena kau dasarnya tidak suka, maka tetap saja salah di matamu. Maka itu tidak adil bagiku," jelasnya.

"Jadi jawab saja, apa benar dan salah itu?" sambung Bima.

Batara Guru merasa dijebak oleh Bima. Namun mau tidak mau, ia harus menjawab pertanyaan sang Bima.

"Benar itu ada tiga, benarnya sendiri, benar menurut orang banyak, dan kebenaran sejati," terang Batara Guru.

"Dan yang akan saya gunakan kali ini adalah benar sejati, yang mana benar sejati adalah sesuatu hal yang baik sesuai ketentuan Tuhan yang maha kuasa," imbuhnya.

Batara Guru mendakwa Bima sebagai orang yang salah karena mewedarkan ilmu kasampurnan, yang nyatanya ilmu itu dianggap syirik oleh para dewa.

Bima menyangkal.

Menurut dia, sudah sepantasnya ilmu kebaikan disebarkan. Jadi, tidak ada alasan bagi dewa untuk merasa terganggu.

Justru itu bukti bahwa dewa yang bertahta di kahyangan gila hormat dan kekuasaan.

Sebab, manusia di bawah yang berbuat baik malah dianggap berkhianat dan menentang.

Bima berpikir, apakah dewa sekarang justru menjadi sumber masalah?

Bima lalu balik menuduh dewa.

Ia curiga Batara Duru menerima hasutan dan suap yang membuat kerugian bagi Bima.

"Berani menuduh dewa maka kamu sama saja memberontak! Yamadipati, masukkan dia ke kawah candradimuka!" perintah Batara Guru pada Yamadipati, sang penjaga kawah suci.

"Tidak perlu kau repot memasukkan saya ke dalam kawah. Biar saya saja yang masuk sendiri," jawab Bima.

Sebelum Bima masuk ke kawah, Semar bergegas menuju kawah candradimuka.

"Kawah, bila kamu ini bijak, maka kamu akan berubah menjadi sejuk bila ndara Bima masuk ke kawah," tutur Semar pada kawah candradimuka. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #cerpen #Pandawa #Kresna #arjuna #Lakon #wayang