BEGAWAN Dawala lantas bermukim di padepokan Sunyaruri.
''Bagaimana perasaanmu mengabdi dan ikut bersamaku di Sunyaruri?’’ tanya Dawala kepada Gatotkaca, Antasena, Abimanyu, dan Irawan.
Gatotkaca dan yang lain mengaku sangat tenang dan tenteram.
‘’Pikirkan itu anak-anak pandawa, kalian pasti tidak lupa kejadian dadu di Astina itu. Pandawa kalah, Amarta menjadi milik kurawa,'' ujar Dawala.
''Perlu kalian ketahui, hanya kekayaan Amarta yang diangkut ke Astina. Sedangkan rakyat Amarta tidak dipikirkan sama sekali,’’ imbuh Dawala.
Gatotkaca dan yang lain hanya bisa menganggukkan kepala, sependapat dengan pernyataan Dawala.
Mereka siap membantu semua keinginan Dawala demi kebaikan rakyat Amarta.
Tak lama kemudian, Prabu Baladewa datang ke Sunyaruri.
''Saya menerima kabar kalau di Sunyaruri ada dukun tiban yang sakti, apakah itu kamu?’’ tanya Baladewa.
'’Memang benar, Begawan Dawala itu saya,’’ jawab Dawala. (*/den)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan