Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Petruk Dukun (3) - Pemimpin dan Rakyat Bersatu

Ki Damar • Kamis, 13 Juni 2024 | 04:30 WIB
Ilustrasi lakon Petruk Dukun (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon Petruk Dukun (RADAR MADIUN)

BALADEWA terawa mendengar pengakuan Dawala.

''Aku bukan raja yang buta. Mau berubah jadi bulus poleng, saya pasti tahu. Kamu itu petruk,'' terka Baladewa.

''Kalau kamu benar Begawan Dawala, kamu harus tahu maksud kedatanganku,’’ imbuh Baldewa mengetes kesaktian Dawala.

''Aku akan menjawab. Kamu sesungguhnya ingin mencari tahu tentang masa depan anakmu, Raden Wisatha. Apakah kelak menjadi raja atau tidak. Benar seperti itu?'' balas Dawala.

Baladewa heran karena Dawala tahu isi hatinya.

Baladewa lantas menatap Dawala tajam-tajam.

Baladewa mendapati sebuah cahaya yang bersinar.

Itu lak lain cahaya Hyang Tunggal yang ada di dalam tubuh Wisanggeni.

Baladewa berkata, ’’Baiklah, aku akan ikut dan mendukung keinginanmu,''.

Dawala menjawab, ’’Baiklah, ini berarti kita semakin kuat karena pemimpin dan rakyat bersatu demi kebaikan sebuah negara. Namun setelah ini, akan ada tamu. Aku tidak ingin menemui mereka. Aku minta tolong pada kalian untuk menemui mereka,’’.

Gatotkaca segera keluar dan mencari tahu siapa tamu yang tidak diinginkan Dawala itu.

Tamu yang dimaksud adalah Prabu Kalandaru, utusan Prabu Duryudana, yang akan membubarkan padepokan Sunyaruri.

Karena, padepokan itu dianggap sebagai provokator masyarakat untuk mendemo Astina.

Sebelumnya, Prabu Kalandaru dari Nusakambana bergabung dengan Astina.

Kalandaru berniat menyingkirkan Dawala yang dinilai menjadi penghalang Astina mengeruk kekayaan Amarta. (*/den)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#dawala #astina #kurawa #cerpen #baladewa #dukun #Lakon #wayang #petruk #Amarta