Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Pandawa Boyong (3) - Penghormatan untuk Sang Adil

Ki Damar • Selasa, 18 Juni 2024 | 02:30 WIB
Ilustrasi lakon wayang Pandawa Boyong (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang Pandawa Boyong (RADAR MADIUN)

BEGITU Pandawa tiba di Amarta, banyak rakyat yang menangis dan terharu. Mereka tak menyangka bahwa Pandawa masih hidup.

13 tahun sudah meninggalkan Amarta dan digantikan oleh pemerintahan Duryudana yang arogan.

Bahkan tak segan menyuruh rakyat Amarta membayar pajak dua kali lipat.

Lalu, mereka diminta menyerahkan upeti hasil pangan ke Astina yang dikuasai Duryudana dan para Kurawa.

Pandawa merasa sedih melihat kerajaan yang dulu sejahtera kini berantakan seperti tak bertuan.

Puntadewa lalu menyurh Arjuna untuk mencari penggantinya untuk memimpin Amarta.

Sang pengganti diminta menjadi pengambil kebijakan sementara, sambil menunggu pemimpin yang akan melanjutkan dirinya secara definitif.

Sejenak di Amarta, Puntadewa kembali ke Wirata karena harus bergegas ke Astina.

Di Wirata, Matsapati memberi wejangan kepada Pandawa agar membangun Astina menjadi kerajaan yang lebih baik dari era Duryudana maupun ayahnya dahulu.

Eyangnya percaya bahwa para cucunya akan bijak dan adil.

Perjalanan lantas dimulai dari Wirata menuju ke Astina.

Sepanjang jalan, Pandawa diberi penghormatan dan taburan bunga karena sedikit banyak telah membantu Wirata.

Terutama ketika Rupakenca, Kencakarupa dan Rajamala membuat kerusuhan di kerajaan itu.

Pandawa berjanji akan selalu mengingat rakyat Wirata yang menerima dengan baik selama masa penyamaran. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Puntadewa #astina #cerpen #Pandawa #Baratayudha #Lakon #wayang