DEWA Amral merupakan tokoh wayang hasil tiwikrama.
Berwujud raksasa jelmaan tokoh lain.
Dewa Amral adalah tiwikrama Prabu Puntadewa.
Itu karena Puntadewa menggunakan kalung robyong peninggalan ayahnya, Prabu Pandu Dewanata.
Puntadewa dikenal sebagai sosok yang sabar dan tidak pernah marah.
Namun suatu ketika, dia marah akibat adik-adiknya diancam dan dimasukkan ke kawah candradimuka oleh Batara Guru.
Kejadian berawal saat Bima baru saja mendapatkan ilmu kasampurnaning urip dari Batara Dewa Ruci.
Ilmu itu dikhawatirkan akan membuat manusia berpaling menyembah dewa.
Batara Guru tidak terima dan menyuruh Batara Narada untuk memasukkan Bima ke kawah candradimuka.
Arjuna, Nakula, dan Sadewa, tidak terima.
Ketiganya ikut bersama Bima masuk kawah candradimuka.
Puntadewa mengetahui kejadian yang dialami empat adiknya itu.
Amarahnya seketika tersulut.
Puntadewa bertiwikrama menjadi Dewa Amral.
Dewa Amral bergegas pergi ke kahyangan.
Dia mengamuk membabi buta merusak kahyangan.
Tempat para dewa itu diobrak-abrik olehnya.
Dewa Amral tidak akan berhenti bila Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa, tidak dibebaskan dari kawah candradimuka.
Karena Batara Guru takut, dia menyuruh Yamadimati menuruti keinginan Dewa Amral.
Empat adik Puntadewa dikeluarkan dari kawah candradimuka. (*/den)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan