SANG Hyang Tunggal adalah suami dari Dewi Wiranti (putri Sang Hyang Rekatatama).
Sang Hyang Tunggal juga ayah dari Batara Ismaya (Semar), Batara Antaga (Togog), dan Batara Manikmaya (Bathara Guru).
Dia merupakan anak dari Sang Hyang Wenang yang berkedudukan di Kahyangan Alang-Alang Kumitir atau Ondar-Andir Bawana di Istana Tampaksiring.
Dalam lakon Dewa Ruci, Sang Hyang Tunggal muncul sebagai Dewa Ruci.
Sang Hyang Tunggal bertemu Bima di dasar laut selatan.
Bentuk wayangnya (dalam wayang kulit) termasuk kecil, seukuran wayang kulit bayi.
Tokoh ini jarang dimainkan dalam pertunjukkan wayang kulit, karena episode yang memunculkannya memang sangat sedikit.
Kisah mistis perjalanan batin yang dialami oleh Bima sehingga bertemu dengan Sang Hyang Tunggal dalam Dewa Ruci sangat baik untuk diambil pelajarannya.
Sang Hyang Tunggal mengajarkan ilmu sangkan paraning dumadi.
Yang mana, ilmu itu berkaitan tentang manusia dari siapa, manusia diciptakan untuk apa, dan ke mana akan kembali.
Bima adalah salah satu yang dapat mencapai ilmu kasempurnaan atau disebut manunggaling kawula gusti itu.
Kenapa bima mencapai hal itu, karena ia salah satu tokoh yang pasrah dan yakin dan ikhlas berserah diri dalam sebuah keadaan.
Suatu keadaan yang hanya Tuhan yang dapat membantu.
Sang Hyang Tunggal inilah yang membantu Bima dalam keadaan pasrah dalam keyakinan itu. (*/den)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan