KAPI Sraba adalah wanara ciptaan Batara Bayu.
Ia ditugaskan sebagai pengasuh Anoman (kera putih putra Dewi Anjani dengan Batara Guru atau Sanghyang Manikmaya) di pertapaan Grastina atau Erraya setelah kematian Dewi Anjani.
Kapi Saraba mempunyai suara yang sangat merdu.
Pun, mahir melagukan kakawin Kitab Weda.
Ia juga pandai mendongeng, memiliki watak penyabar, telaten, dan penuh kasih sayang.
Kapi Saraba memiliki kesaktian pada suaranya.
Apabila marah dan berkereceh (mbeker), dapat memecahkan telinga.
Juga, menakutkan, menggetarkan, serta meruntuhkan hati musuhnya.
Pekikannya keras melengking dan dapat mematikan lawannya.
Ketika Sugriwa menjadi raja di negara Gowa Kiskenda, Kapi Saraba ikut mengabdikan diri.
Kapi Sraba menjadi hulubalang kepercayaan.
Sebagai Senapati perang laskar kera Gowa Kiskenda, Kapi Saraba mempunyai andil yang sangat besar dalam perang Alengka.
Pekik dan bekerannya banyak mematikan raksasa-raksasa Alengka.
Seperti halnya para wanara lainnya, setelah berakhirnya perang Alengka, akhir hidupnya tidak banyak diketahui. (*/den)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan