Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Samba Juwing (5/Habis) - Jalan yang Diinginkan Hagnyawati

Ki Damar • Minggu, 30 Juni 2024 | 03:30 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Samba Juwing (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Samba Juwing (AI GENERATED/CHAT GPT)

MENGENDARAI Wilmuna, Sitija mengejar Samba dan Hagnyanawati.

Ketika mereka tertangkap basah, Samba sudah tidak bisa berkata apa-apa.

"Coba jelaskan apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Sitija.

Hagnyanawati yang buka mulut. Ia mencoba menjawab suaminya yang gusar melihat sang istri bersama adiknya sendiri.

"Duh Sinuwun, jujur saja, kenapa kau tidak bisa mengerti?" kata Hagnyawati.

"Sebenarnya, aku menyuruhmu membuat jalan lurus dari Dwarawati ke Trajutrisna karena aku menolakmu. Kenapa kamu tidak peka? Sejujurnya, aku mencintai Samba," sambung sang dewi.

Sitija ganti menanyai Samba.

"Sejak kapan kamu melakukan ini di belakangku?"

"Satu bulan setelah pernikahan Paduka Kakang Prabu. Bagaimanapun, saya salah. Maafkan diriku. Aku akan bertanggung jawab."

Sitija kembali bertanya. Hatinya mendidih, namun ia masih mencoba bersabar.

"Dengan cara apa kau akan bertanggung jawab? Karena yang kau sentuh itu istri raja, tak ada balasan selain kepalamu kutebas di hadapanku!"

Tanpa basa-basi, Sitija memukuli sang adik dengan membabi buta. Seolah tak puas, ia mencabik jasad Samba.

"Ini mata yang kau gunakan melihat kecantikan istriku, dan tangan yang kau gunakan meraba istriku, serta bibirmu yang merah untuk mencium istriku. Maka matilah kau!"

Hagnyanawati berusaha menghentikan suaminya. Namun ia tak kuasa.

"Cukup, Sinuwun, kasihan Kakang Samba. Akulah yang bersalah. Jika kau tidak melepaskan Kakang Samba, maka aku akan bunuh diri di hadapanmu."

Sayangnya, hati Sitija sudah sekeras batu.

"Aku sudah tidak peduli, Hagnyanawati. Ini bukan lagi masalah cinta, melainkan harga diri laki-laki."

Akhirnya, Samba mati dan Hagnyanawati bunuh diri di hadapan Sitija. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#sitija #cerpen #perselingkuhan #Lakon #wayang #Samba