Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Wahyu Tirto Mahadi (1) - Perginya Penguasa Amarta

Ki Damar • Kamis, 4 Juli 2024 | 03:00 WIB

 

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Wahyu Tirto Mahadi (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Wahyu Tirto Mahadi (AI GENERATED/CHAT GPT)

SUATU hari di negara Astina, Prabu Duryudana mengetahui bahwa Amarta sedang ditinggal oleh para Pandawa.

Mereka entah pergi ke mana.

Duryudana meminta pertimbangan dari eyangnya, Bisma, untuk membantu adik-adiknya, para Pandawa, menjaga Amarta agar tidak dijajah oleh kerajaan lain.

Amarta adalah kerajaan besar dengan kekayaan alam yang luar biasa.

Sehingga selalu dipantau oleh kerajaan lain.

Bisma sangat mendukung jika Duryudana membantu melindungi Amarta.

Menurutnya, hal itu akan menciptakan kerukunan di antara Pandawa dan Kurawa.

"Cucuku, ingatlah, menjadi raja itu sebenarnya menanam sebuah lelabuhan atau nama baik, supaya kita dikenal sebagai sosok yang baik pula," tuturnya.

"Karena pitutur agama sudah menyebutkan, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi manusia lainnya," sambung Bisma, kepada Duryudana.

Obral-Obrol HUT ke-666 Ngawi di JawaPos TV Madiun
Obral-Obrol HUT ke-666 Ngawi di JawaPos TV Madiun

Tak lama kemudian, datanglah seorang pandita yaksa bernama Gurodahana.

Ia berkata bahwa di dunia ini ada empat perang besar. Antara lain perang Pamuksa, Gojalisuta, Guntarayana, dan Baratayudha.

Perang Pamuksa pecah akibat konflik Pringgondani dan Astina pada masa Prabu Tremboko dan Prabu Pandu.

Perang Gojalisuta adalah perang antara ayah dan anak, yaitu Prabu Kresna dan Prabu Sitija.

Perang Guntarayana adalah perang antara Manimantaka, Prabu Niwatakawaca, dan Ciptaning.

Sedangkan yang terakhir, Perang Baratayudha, adalah perang antara Kurawa dan Pandawa.

Pandita Gurodahana menambahkan, "artinya, Pandawa dan Kurawa adalah musuh," tegasnya.

"Lantas, mengapa paduka bersusah payah untuk menjaga Amarta? Ingatlah, hal itu akan sia-sia. Malah kalau bisa, minta kembali Amarta karena dulu termasuk tanah Astina," ujar Gurodahana.

Bisma marah kepada pandita tersebut karena telah mencoba mengadu domba. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bisma #kurawa #cerpen #Pandawa #Lakon #wayang #Amarta