Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

TOKOH WAYANG | Jagal Abilawa, Jago yang Meminta Tujuh Nasi Tumpeng

Ki Damar • Senin, 8 Juli 2024 | 02:45 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Jagal Abilawa (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Jagal Abilawa (RADAR MADIUN)

SEBENARNYA, Jagal Abilawa atau Balawa adalah nama samaran Bima ketika menyamar di negara Wirata, tempat eyangnya Prabu Matsapati.

Suatu hari, di Wirata sedang terjadi keributan yang ditimbulkan oleh tiga saudara, yakni Rupakenca, Kencakarupa, dan Rajamala.

Mereka sebenarnya ingin memberontak dan mengambil alih tahta kakaknya, Matsapati.

Ketiga saudara tersebut mengadakan adu jago, di mana "jago" ini bukan sabung ayam melainkan manusia.

Jago dari keraton Kanoman adalah Rajamala, sedangkan dari kasepuhan adalah Balawa.

Pada awalnya, Balawa kalah karena ia belum memiliki energi yang cukup karena sedang berpuasa, dan belum sempat berbuka sudah disuruh untuk bertanding.

Maka tidak heran jika dia tidak punya kekuatan.

Lalu ia meminta makanan berupa panggang gudel dan tujuh nasi tumpeng, serta minuman air aren tujuh gentong.

Setelah itu, kekuatannya kembali dan ia mengamuk.

Rajamala kalah dan mati, namun karena ia adalah anak Dewi Watari, ketika dimasukkan ke dalam sendang, ia kembali hidup lagi. Begitu seterusnya.

Melihat hal tersebut, Permadi ingin membantu dan memanah sendang Watari sehingga terbakar.

Akhirnya, Rajamala tidak bisa bangkit kembali.

Rupakenca dan Kencakarupa marah, lalu Balawa membenturkan kepala mereka hingga mereka mati dan berubah menjadi perahu.

Ternyata, mereka adalah jelmaan dari perahu eyangnya, Parasara, eyang para Pandawa. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#jagal #bima #Pandawa #Tokoh #wayang