Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Rama Tambak (5/Habis) - Keris Raja Pancawati

Ki Damar • Selasa, 9 Juli 2024 | 03:00 WIB

 

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Rama Tambak (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Rama Tambak (RADAR MADIUN)

PERTARUNGAN sengit terjadi di dalam laut antara Yuyurumpung dan Kapi Ringkin.

Kapi Ringkin masuk ke telinga Yuyurumpung dan menggerogoti isi kepalanya sampai ke otak, hingga akhirnya Yuyurumpung tewas.

Kematian Yuyurumpung membuat pembangunan tambak sangat cepat selesai.

Pasukan Prabu Rama pun berbahagia dan bersemangat menyeberang.

Sementara itu di Alengka, Anggisrana menceritakan kejadian ketika bersama Prabu Rama.

"Pasukan Prabu Rama sangatlah tidak banyak dibanding Alengka, namun mereka sangatlah bersatu dalam segala urusan, Sinuwun," ujarnya, melapor kepada Dasamuka.

"Ketika saya memprovokasi mereka, para kera sempat kecewa pada Rama. Namun saya diketahui oleh Gunawan Wibisana dan akhirnya saya disidang," sambung Anggisrana.

"Iblis laknat kurang ajar sekali pengkhianat itu," kata Dasamuka.

"Lalu anehnya, di sana saya tidak dihukum. Saya malah diberi makanan dan minuman yang enak, diberi perhiasan, dan juga diberi kenang-kenangan berupa keris, Sinuwun," kata Anggisrana.

"Wah, Raja Pancawati sangat bijak dan rendah hati sekali, membuat orang terpesona," sambungnya.

Ketika bercerita itu, Anggisrana berpikir bahwa Rahwana akan kagum.

Namun sebaliknya, Rahwana sangat geram.

"Coba aku lihat keris yang diberikan padamu. Sini, aku pakaikan. Kamu akan merasa wibawa ketika keris itu diberi oleh Rama dan dipasangkan oleh Rahwana."

Anggisrana sangat senang.

Namun rupanya, keris itu langsung ditusukkan Rahwana ke perut Anggisrana. Darah mengalir dari perutnya.

Ia tewas di tangan Rahwana. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Rahwana #dasamuka #Ramawijaya #cerpen #Lakon #wayang