PRABU Kiritin berusaha mendekati Padma Kesawa dan meminta agar ia menyerahkan Mandamdari.
Padma Kesawa setuju untuk menyerahkannya jika Kiritin bisa mengalahkannya.
Keduanya bertarung, dan ternyata Kiritin adalah Arjuna.
Sedangkan Padma Kesawa adalah Prabu Kresna. Kresna menjelaskan bahwa Mandamdari adalah istrinya, Dewi Subadra.
Mendengar itu, Arjuna merasa bersalah dan segera mengejar istrinya.
"Jangan kejar aku dan lupakan diriku," kata Subadra.
Arjuna memegang tangan istrinya dan berlutut. "Maafkan saya, semua yang kau lihat bukanlah hal sebenarnya."
Subadra berjalan dan melepaskan tangan Arjuna.
"Aku tidak percaya laki-laki semua akan berbicara seperti itu bila ketahuan. Pergilah pada mereka, aku tahu mereka lebih cantik, putih, dan masih muda," ucap Subadra.
"Aku wanita tua yang hanya memendam rasa sakit karena suaminya," sambungnya.
Kresna datang menjumpai Arjuna dan berkata, "Bagaimana istrimu, marahkan? Haha..."
Arjuna dengan tatapan sinis pergi mengejar Subadra.
Ketika mengejar Subadra, ia bertemu dengan Puntadewa dan Bima.
Mereka menjelaskan bahwa mereka mencari Arjuna dan menyuruhnya kembali bersama mereka.
Puntadewa berkata kepada Subadra.
"Maafkan Arjuna, Subadra. Ia melakukan itu karena desakan dari dewa, dan ketahuilah dia kembali ke bumi bukan karena kami, melainkan karena dirimu seorang." (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani