Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Sang Jarasanda (5/Habis) - Keangkuhan Penguasa Magada

Ki Damar • Selasa, 16 Juli 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi cerpen wayang Sang Jarasanda (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen wayang Sang Jarasanda (AI GENERATED/CHAT GPT)

SETELAH berhasil menyelinap masuk Magada dengan aman, Bima, Kresna, dan Arjuna langsung menghadap Prabu Jarasanda.

Dalam pertemuan tersebut, Kresna yang menyamar sebagai Begawan Padma Kesawa menasihati Jarasanda untuk hidup dengan tenang dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

Namun, Jarasanda yang sudah percaya pada Batara Kala tidak menerima nasihat tersebut.

"Hai pandita, jangan ingatkan aku tentang sebuah keyakinan. Apakah kamu tahu rasanya hidup sendiri di hutan dan dibesarkan oleh binatang?" jawab sang raja Magada.

"Keyakinanku timbul karena manusia bisa hidup hanya jika mengalahkan yang lemah. Itulah hukum rimba," imbuhnya.

"Hukum rimba tidak bisa digunakan untuk kehidupan bermasyarakat," kata Padma Kesawa.

"Bagaimana bisa begitu? Manusia hidup karena ketamakan dan keserakahan. Manusia selalu merasa kurang. Aku akan membasmi raja-raja yang serakah," jawab Jarasanda.

Tak tahan dengan Jarasanda, Kresna, Bima, dan Arjuna yang kesal akhirnya mengungkapkan identitas mereka yang sebenarnya.

Merasa dibohongi, Jarasanda marah dan langsung bertarung dengan Bima.

Kresna memberi tahu kelemahan Jarasanda bahwa tubuhnya seperti terpisah antara kanan dan kirinya.

Bima lantas membelah tubuh Jarasanda, membuatnya tewas.

Raja-raja yang dipenjara oleh Jarasanda berhasil dibebaskan dan kembali ke kerajaan mereka masing-masing. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #cerpen #Kresna #arjuna #Lakon #wayang